Ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan gagasan atau cita-cita. (Wikipedia).
Ide yang sudah dinyatakan menjadi suatu perbuatan adalah karya cipta. Untuk mengubah ide menjadi karya cipta dilakukan serangkaian proses berpikir yang logis dan seringkali realisasinya memerlukan usaha yang terus menerus sehingga antara ide awal yang muncul di pikiran dan karya cipta satu sama lain saling bersesuaian sebagai kenyataan. (Wikipedia).
“Ide itu mahal”, kata seorang teman.
“Benar juga”, dalam hati menjawab.
“iya, soalnya suatu karya tanpa sebuah ide = 0″, teman gw bicara lagi.
Menurut gw, dalam bidang fotografi, sebuah ide sangat-sangat diperlukan untuk membuat suatu karya foto yang tidak biasa dan bisa memunculkan maksud atau pesan dari karya tersebut. Dan tidak mudah memunculkan ide yang brilian dalam sebuah karya foto. Hal itu memerlukan waktu, dan kerja keras untuk mewujudkannya. Dan perlu juga yang namanya eksperimen dalam berkarya. Contoh eksperimen: hunting ke tempat-tempat yang bisa memunculkan ide-ide baru, ambil beberapa gambar dari tempat itu. Waktu kembali ke rumah, coba dilihat lagi hasil nya dan pastinya ada beberapa ide yang muncul.
Teman gw, namanya Nikho. Dia sering kali hunting ke tempat-tempat yang bisa memunculkan ide gila dan baru. Dan bisa dilihat juga, hasil yang muncul sangat bervariatif dan itu pun bagus. Bisa lihat deh di blogroll gw, namanya NIKHOLAS.
Jadi dengan kata lain, jangan hanya berkutik di “kandang” saja untuk menghasilkan karya yang bagus dan gila. Tapi diluar “kandang” tuh masih banyak tempat yang menurut gw bagus dan bisa untuk dijadikan hasil karya cipta yang luar biasa. Dan yang pasti, ketika hasil dari ide itu sudah menjadi kenyataan, dan bisa dijual, pasti harga nya mahal. Kembali lagi ke omongan temen gw, “Ide itu MAHAL”.
“What Do You Think?”
Best Regards,
Jeremia David